Panitia Pilkades Jeneponto Temukan Puluhan KK Invalid, Sebagian Warga Tinggal di Luar Desa Bontocini

Panitia Pilkades Jeneponto Temukan Puluhan KK Invalid, Sebagian Warga Tinggal di Luar Desa Bontocini
Panitia Pilkades Jeneponto Temukan Ratusan KK Invalid, Sebagian Warga Tinggal di Luar Desa Bontocini/Ket: Gambar Ilustrasi.

JENEPONTO, - Sebanyak 222 orang warga di Desa Bontocini memiliki Kartu Keluarga (KK) yang diduga invalid dan sebagian warga tidak tinggal di Desa Bontocini, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto.

Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bontocini, Reskina, membantah pernyataan oknum Aliansi Masyarakat Desa Bontocini, bernama Nurdin Lolo, yang menyebut 222 orang kehilangan hak pilihnya tahun ini. 

Dia menjelaskan, bahwa bukan kehilangan hak suaranya, sesuai regulasi perbup. Mereka tidak memiliki hak suara memilih karena bukan penduduk asli Desa Bontocini yang memiliki data kependudukan di Bontocini dan setelah diverifikasi di capil itu hasilnya invalid.

Dia menegaskan, bahwa sudah menjalankan perintah Peraturan Bupati (Perbup) nomor 32 tahun 2021. Sehingga dilakukan berdasarkan tahapan-tahapan dan diberikan kesempatan mulai dari DPS ke DPTB sampai menuju DPT. 

"Pada penetapan DPT tersebut disaksikan langsung oleh ketua Aliansi Pemuda Desa Bontocini Nurdin. Dan hari itu juga dia menerima penetapan DPT karena tidak dapat mempertanggung jawabkan yang 222 bahwa dia warga desa bontocini, " ungkap Reskina didampingi penasehat hukumnya, Jumat (24/9/2021).

Selain itu, Panitia desa pun menelusuri identitas yang beralamatkan di Desa Bontocini, namun pada saat di cek oleh SIAK Capil itu tidak berada di desa Bontocini atau kata lainnya invalid justru ini akan lebih melanggar peraturan ketika dipaksakan untuk masuk di DPT.

"Terkait yang 2 orang dibawah umur kami sudah croscek kesalahan pengetikan dan sudah juga saya telusuri KK-nya. Seharusnya 2003 dan 2002 tapi penulisan di DPT 2002 dan 2022. KK invalid dan sebagian warga sudah tidak tinggal di desa bontocini, " ujarnya.

Dia juga menjelaskan, yang sempat ditemukan itu oleh panitia cuma 30 KK. "Karena pada saat di lalukan pendataan itu hari oknum di desa setempat tidak mau memberikan kopiannya ke panitia, " bebernya 

"Atau kata lain tidak ditemukan datanya bahwa warga bontocini karena munculnya puluhan KK yang diduga siluman yang dipaksakan untuk dimasukkan kedalam DPT, " sambungannya.

Tambah dia bahwa dalam waktu tidak lama ia akan melaporkan ratusan dugaan Kartu Keluarga (KK) yang invalid tersebut ke Penegak hukum di Sulawesi Selatan.

Penulis: Syamsir

Editor: Cq

SULSEL JENEPONTO
Syamsir

Syamsir

Previous Article

Aliansi Pemuda dan Masyarakat Desa Bontocini...

Next Article

Diskominfo Jeneponto Gelar Rapat Perubahan...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi verified

Postingan Bulan ini: 60

Postingan Tahun ini: 2828

Registered: May 23, 2021

AFRIZAL

AFRIZAL

Postingan Bulan ini: 59

Postingan Tahun ini: 1787

Registered: May 25, 2021

Zulfahmi

Zulfahmi

Postingan Bulan ini: 40

Postingan Tahun ini: 701

Registered: Nov 23, 2021

Aa Ruslan Sutisna

Aa Ruslan Sutisna

Postingan Bulan ini: 34

Postingan Tahun ini: 232

Registered: Oct 23, 2021

Profle

Iswan Dukomalamo verified

Kota Tikep Berlakukan Kartu Vaksin Sebagai Syarat Penyebrangan Antar Pulau
Upaya Mencegah Masyarakat Dari Resiko Hukum, Kejati Malut Gelar Kegiatan Penerangan Hukum
Bangunan Senilai 4, 2 Milyar Mangkrak, Ada Temuan  Korupsi
Tingkatkan Herd Immunity, Ini Yang Dilakukan Dokpol Mabes  Polri di Kota Tidore Kepulauan

Follow Us

Recommended Posts

Barru Dikepung Banjir, Puluhan Warga Dusun Pallae Desa Lampoko Dievakuasi
Aska Mappe Tinjau Langsung Wilayah Terdampak Banjir
Sukses Raih Transformasi Teknologi, Kemenperin RI Beri Perhargaan kepada PT Semen Tonasa
Usung Tema Ekonomi Syariah, GenBI UIN Alauddin Gelar Sharing Session Seri III
Hujan Terus Guyur Kota Pangkep, Wakil Bupati Turun Langsung Pantau Sejumlah Titik Banjir